Sinopsis Don’t Click

sinopsis-dont-clickSinopsis Don’t Click – kelihatannya tahun 2012 ini ialah tahun horor. Betapa tidak, sesudah saya googling, terbukti berlimpah-limpah film horor yang belum berhasil saya dokumentasikan. Pertama, beberapa sinopsis yang telah saya posting yg terlebih dahulu saja, belum saya dapatkan filmnya. bahkan saya tonton. ke-2, secontoh pun saya berhasil memperoleh film-film itu, belum tentu saya berhasil menyelesaikan tontonan itu sekalian. Arrgh… sungguh menyebalkan bukan?

Posting kini ialah sinopsis film horor Korea berjudul “Don’t Click”. Saya tidak menuliskan sendiri tapi mencuplik dari Plasa miliknya msn. Soalnya, saya kan belum jumlah semua menontonnya, mungkin kalau sudah saya tonton akan saya beri reviewsnya lebih gamblang – positif dan negatifnya. Dari sinopsis tersebut saya memperoleh sesuatu gambaran kalau style syutingnya dibikin sama juga film horor populer , Paranormal Activity.

Di luar musiknya yang menjajah Asia, Korea Selatan tetap jadi kiblat film-film horor Asia.

A Tale Of Two Sisters (Jee Woon Kim, 2003) salah satu K-horor sarat pujian. bukan sekedar mahsyur di negaranya, film ini menjadi yang paling baik di international Fantasy Film Award.

Sejak itu, dunia mewaspadai ide-ide Korea dalam mengepak film memedi. K-horror lain yang sempat dibicarakan, The Legend Of A Portrait (Kim Tae Kyong, 2007). Empat tahun berselang sesudah cerita gadis mempunyai nama Muoi itu, Kim kembali lewat Don’t Click (DC).

Kim tidak lagi berpijak pada kutukan, mitos, dan benda-benda kuno Selayak sumber teror. ia menggunakan supaya bermanfaat kecanggihan situs jejaring sosial dan pengunggah video. ini memberi ingatan kami pada video Sadako (The Ring). Bedanya, Kim mengadopsi style sunting dokumentasi Paranormal Activity.

cerita diawali pada waktu itu Jung Mi (Kang Byul) terima video ritual medium dari Joon Hyuk (Joo Woon). Video itu berisi boneka yang disayat-sayat perutnya. isi kapas dalam perut boneka dibuat supaya keluar, diganti segenggam beras dan beberapa helai rambut. Mata kanannya dicungkil lalu dijahit. ia diikat dan dibenamkan dalam air bergugus-gugus darah. Jung membagikan video itu pada kawannya, Cutie (Hae in).

Usai menonton rekaman itu, Cutie disuguhi rekaman adegan dirinya sendiri. Malam itu, Cutie layaknya diawasi seseorang. pada waktu itu memasuki lift, lift tidak melakukan suatu gerakan atau diam di ruang parkir, lantai 12. Pintu terbuka. ia melihat gadis berambut panjang, berlumur darah. Cutie ialah korban pertama. sekian hari sesudah Cutie Wafat, Se Hee (Bo Young) merasa adiknya, Jung Mi, berlaku tidak wajar.

Jika film horor di negara anu semata-mata memberi teror tanpa memperdulikan kedalaman karakter, Kim menyisakan ruang bagi penonton untuk mengetahuii kakak beradik Se Heed dan Jung Mi. Anda diizinkan menggali info mengapa dua gadis ini tinggal sendiri. Seberapa erat chemistry ke-2nya, dan bagaimana mereka melakukan kehidupan satu hari-hari.

Kim memberi adegan mutlak pada menit pertama lantas berpindah tempat ke kehidupan tokoh utama. Baginya, pengenalan karakter lebih mutlak sebelum bersinggungan adegan awal. disamping itu, menjaga rasa penasaran penonton hingga tiga perempat durasi dirasa perlu.

Kejutan demi kejutan terus dicecer untuk meminimalkan efek jenuh. Dibanding Ju On atau The Ring, penuturan DC lebih ringkas. Teror pun tambah banyak. Konsekuensinya, ada beberapa penampakan yang sesungguhnya tidak perlu dinampakkan disebabkan minim makna.

Our Favorite Scene: Jung Mi membagikan rekaman video pada Se Hee. Anehnya, file yang semestinya berisi ritual berpindah tempat menjadi rekaman pelecehan seksual di ruang publik. ia penasaran, lalu membongkar file itu di computernya. pada waktu itu dibuka, isi file berpindah tempat lagi menjadi sketsa lemari yang sama juga bentuk lemari di kamar Jung. Di dalam sketsa, pintu lemari terkuak. Beberapa detik lantas, lemari dibelakang Jung juga terkuak. Perlahan, nampak tangan pucat merayap dari

Klik Disini Untuk Nonton Sinopsis Don’t Click