Sinopsis Rust and Bone

sinopsis-rust-and-boneSinopsis Rust and Bone – Ali ialah seorang bouncer di Club malam setempat. Pada satu malam, dia bertemu Stephanie, seorang pengasuh paus yang cantik dan penuh percaya diri. Stephanie ialah seorang putri, jika dibanding Ali yang miskin. sesudah alami Tabrakan hebat, Stephanie kehilangan segalanya, kakinya, keyakinan dirinya, dan mimpi-mimpinya. Ali yang tulus mengasihinya akan menolong Stephanie untuk keluar dari keputusasaan dan hidup kembali.

RUST AND BONE ialah karya dari Jacques Audiard yang pernah memenangkan Jury Prand Prix di Cannes tahun 2009. Film yang dibintangi oleh Marion Cotillard (Pemenang Oscar) dan Matthias Schoenarts ini, baru saja memenangkan Best Film di BFi London Film Festival pertengahan tahun 2012.

Air dan api sesungguhnya ialah gabungan yang amat baik, disebabkan mereka saling membuat lengkap. Hal tersebut juga berlangsung pada waktu itu anda membangun jalinan asmara. kombinasi antara kekurangan serta kelebihan yang anda dan pasangan anda miliki akan membuat hasil gabungan yang kuat dalam jalinan anda. Alain van Versch (Matthias Schoenaerts), seorang pengangguran yang anaknya keluar dari Belgia, jatuh cinta pada seorang wanita yang justru mempunyai minus yang besar pada fisiknya.

Dibuka Alain dan anaknya Sam yang sedang berjalan kaki, lantas makan makanan sisa didalam kereta api, anda dapat amat gampang menebak latar belakang yang dimiliki oleh Alain. Ya, pria yang pernah berlatih martial arts ini amat unggul di otot, akan tetapi kurang seperti itu cerdas. Hal tersebut yang selanjutnya menyebabkan ia terima pekerjaan Selayak security di sesuatu Club malam, untuk mencukupi keperluannya Sam, walaupun mereka kini tinggal diTempat Tinggal kakak wanitanya di utara Prancis.

akan tetapi nasib berkata lain, disebabkan lewat pekerjaan itu Alain bertemu Stéphanie (Marion Cotillard), seorang pengasuh paus berparas cantik, yang dimalam itu ikut serta pergulatan seorang pria, yang menyebabkan Alain harus mengantarkan Stéphanie keTempat Tinggal. cuma nomor telepon yang ia tinggalkan pada Stéphanie, tanpa banyak kenangan yang bermakna , akan tetapi terbukti sudah cukup bikin Stéphanie mempunyai keyakinan pada Alain, bahkan pada waktu itu ia alami tragedi yang mengakibatkan kakinya harus diamputasi (terlalu awal, cuma bagian minor, dan tidak mengakibatkan mengakibatkan kerusakan cerita). Ya, anda akan tahu siapa sahabat anda sesungguhnya pada waktu itu anda berada dalam situasi duka.

Rust and Bone (De rouille et d’os) ialah film yang menarik. Memang anda tak akan mendapatkan kejutan besar dari segi cerita, dan itu mengapa saya diatas membocorkan beberapa perselisihan kecil bagian dari cerita. semuanya jelas, anda mendapatkan seorang pria yang melakukan hidupnya amat santai, bertemu wanita serius yang sedang depresi. Sisanya, permainan emosi yang dalam ciri khas film genre romance.

Jacques Audiard memberikan sesuatu tampilan visual yang amat indah lewat cinematography karya Stéphane Fontaine. Banyak scene yang seolah tampak layaknya sesuatu puisi yang bisu, berhasil membawa saya merasakan situasi yang berlangsung cuma melewati tampilan gambar tanpa disertai dialog dari karakter. Rasa bahagia, sedih, sakit, rindu, hingga intimitas sesuatu jalinan berhasil digambarkan bagus. Ditambah score yang baik, lengkap sudah sisi teknis yang dimiliki film ini untuk memproduksi sesuatu kemasan yang kuat.

Mungkin yang sedikit menggangu saya ialah dari segi cerita. Audiard memang berhasil membidikkan cerita yang ia miliki untuk terus memproduksi daya tarik sepanjang film, dan mampu memproduksi permainan emosi yang apik antar karakter. Berjalan pelan dua perselisihan yang terus membayangi, di seperempat bagian akhir Audiard mencari jalan mengangkat perselisihan lain yang justru menjadikan cerita yang telah ia bangun tampak kehilangan konsentrasinya. Ya, perselisihan itu hadir untuk bikin cerita melakukan putaran kembali satu bagian kebelakang, dan membongkar jalan untuk akhir dari cerita. akan tetapi berbasickan saya itu yang menyebabkan minus untuk film ini, perselisihan konyol yang menjadikan ending terasa kurasa nendang.

Dua pemeran utama memberikan penampilan yang memukau. Keberhasilan Matthias Schoenaerts amat terlihat jelas pada waktu itu ia mampu memproduksi Alain untuk menjadi tokoh yang tidak layak anda cintai. Alain yang terlalu santai dan sedikit kasar berhasil dibentuk bagus oleh Schoenaerts, disaat selanjutnya menjadikan saya membenci Alain. lantas Marion Cotillard. layaknyanya perlu dua paragraph untuk memberi penjelasan detail kekaguman saya pada tampilan brilliant dari Cotillard. Cotillard berhasil membuat hidup Stéphanie. Ya, Stéphanie terasa amat nyata. Permainan emosi yang dinampakkan oleh Cotillard juga terasa amat dalam dan menghimpit. Yang saya suka, Cotillard tunjukkan itu cuma ekpresi mukanya, tanpa disertai gerakan yang berlebihan. situasi di mana Stéphanie sedih, kaget, penuh pengharapan, bahagia, hingga berantusias seluruh dieksekusi bagus oleh Cotillard. Hmmm, bagi saya untuk tatkala Marion Cotillard ialah aktris paling baik tahun ini, membuat geser Rachel Weisz (The Deep Blue Sea) dan Michelle Williams (Take This Waltzs).

Klik disini Untuk Nonton Film Rust and Bone